Mengapa rumah yang lama ditinggalkan cepat rusak? Penjelasan ilmiah tentang rumah mangkrak dan cara mencegah kerusakan meski rumah jarang dihuni.

Image

Banyak orang mengira bahwa rumah yang jarang dipakai akan lebih awet karena tidak ada aktivitas yang “menghabiskan umur bangunan”. Namun kenyataannya, rumah yang dibiarkan kosong terlalu lama justru lebih cepat rusak dibandingkan rumah yang ditempati setiap hari.

Fenomena ini bukan hanya temuan di lapangan, tetapi juga dapat dijelaskan secara ilmiah melalui perilaku material bangunan, fisika ruangan, dan kondisi biologis di dalam rumah. Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab Rumah yang Ditinggal Lama Cepat Rusak

1. Tidak Ada Ventilasi dan Sirkulasi Udara












Saat rumah dihuni, jendela dan pintu rutin dibuka. Aktivitas penghuni menciptakan sirkulasi yang menjaga udara tetap bergerak.

Rumah yang ditutup rapat dalam waktu lama membuat uap air terperangkap. Akibatnya:

  • dinding lembap dan muncul jamur,
  • cat menggelembung,
  • furnitur kayu melengkung,
  • logam mulai berkarat.

Kelembapan adalah musuh utama material bangunan, dan tanpa sirkulasi, kerusakan muncul lebih cepat.

2. Perubahan Suhu Ekstrem Tanpa Kendali












Rumah kosong tidak memiliki kontrol suhu — tidak ada AC, kipas, bukaan yang dibuka, atau aktivitas manusia yang menstabilkan iklim ruangan.

Di iklim tropis Indonesia, material mengalami pemuaian dan penyusutan berulang, yang memicu:

  • retak rambut pada dinding,
  • nat keramik pecah,
  • sambungan kayu longgar,
  • plafon gypsum melendut.

Tanpa aktivitas, rumah tidak memiliki “penyeimbang suhu” alami.

3. Pertumbuhan Jamur, Serangga, dan Hama








Rumah kosong menjadi tempat nyaman bagi organisme yang biasanya diusir oleh keberadaan manusia.

Jamur berkembang pesat pada ruang lembap dan gelap, meninggalkan noda dan bau pengap.
Rayap, tikus, dan kecoak dapat berkembang biak tanpa gangguan, merusak struktur kayu dan instalasi rumah.

4. Air Tidak Mengalir dan Sistem Plumbing Mengering















Ketika rumah tidak dipakai:

  • pipa yang kering dapat berkarat,
  • endapan mineral menumpuk dan menyumbat,
  • seal karet di keran mengeras hingga bocor,
  • talang penuh daun dapat menyebabkan kebocoran saat hujan.

Kerusakan air sering kali baru terlihat setelah cukup parah.

5. Debu dan Rising Damp Masuk Tanpa Disadari










Perbedaan tekanan udara luar–dalam membuat debu halus masuk melalui celah kecil pada kusen dan ventilasi.

Pada lantai dasar, kelembapan tanah bisa naik ke dinding (rising damp), menyebabkan:

  • tembok lembap,
  • garam mineral muncul (efflorescence),
  • cat mengelupas,
  • bata melemah.

Ini adalah salah satu kerusakan paling umum pada rumah yang lama tidak dihuni.

6. Tidak Ada Perawatan Kecil Sehari-Hari













Saat rumah ditempati, penghuni tanpa sadar melakukan banyak “micro maintenance”, seperti:

  • membersihkan debu,
  • membuka jendela,
  • mengecek kebocoran,
  • memperbaiki masalah kecil.

Pada rumah kosong, kerusakan kecil tumbuh tanpa ada yang memperbaikinya hingga menjadi masalah besar.

Dampak Jangka Panjang pada Struktur dan Material

  • Kerusakan estetika: dinding kusam, noda jamur, cat mengelupas.
  • Kerusakan struktural ringan–sedang: kebocoran, rayap, kusen melengkung.
  • Penurunan nilai properti: rumah terlihat tua dan butuh banyak perbaikan.

Rumah yang dibiarkan terlalu lama kosong sering kali membutuhkan biaya renovasi jauh lebih besar dibandingkan rumah yang rutin dihuni.






Cara Merawat Rumah Kosong agar Tidak Cepat Rusak

Berikut langkah praktis yang terbukti membantu mencegah kerusakan:

1. Bukalah jendela secara berkala (minimal seminggu sekali)
Untuk menjaga sirkulasi dan mengurangi kelembapan.

2. Nyalakan AC atau kipas sesekali
Menstabilkan suhu dan mencegah ruangan terlalu lembap.

3. Periksa atap, talang, dan area rawan bocor setiap 1–2 bulan
Kebocoran kecil jika terlambat terdeteksi dapat menjadi kerusakan besar.

4. Gunakan penyerap lembap
Kapur barus, silica gel, atau dehumidifier portable.

5. Mintalah kerabat atau petugas untuk mengecek rumah secara rutin
Minimal dua kali sebulan untuk memastikan tidak ada masalah besar.

Kesimpulan

Rumah sesungguhnya dirancang untuk dihuni. Aktivitas manusia menjaga ventilasi, mengatur kelembapan, dan menstabilkan kondisi material. Ketika rumah dibiarkan kosong terlalu lama, muncul banyak faktor yang mempercepat kerusakan, mulai dari jamur, suhu tidak stabil, hingga hama dan kebocoran.

Dengan perawatan sederhana dan rutin, risiko kerusakan dapat ditekan secara signifikan dan rumah tetap dalam kondisi baik sampai waktunya kembali ditempati.

Butuh Bantuan Merancang Rumah yang Tahan Lama dan Mudah Dirawat?

Bangunan yang didesain dengan benar akan lebih awet, lebih sehat, dan lebih mudah dipelihara—bahkan jika tidak selalu ditempati.

KOOHESI Studio siap membantu Anda merancang rumah yang fungsional, estetis, dan tahan terhadap cuaca serta perubahan kondisi jangka panjang.

Hubungi kami untuk konsultasi desain arsitektur & interior, tersedia online maupun offline di seluruh Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel di Label: Blog